Kepahiang, Sebagai Salah Satu Penghasil Kopi Terbesar Di Bengkulu

Kepahiang, Sebagai Salah Satu Daerah Penghasil Kopi Terbesar Di Bengkulu

Provinsi Bengkulu adalah salah satu wilayah penghasil kopi di Indonesia, dan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera selain Sumatera Selatan dan Lampung. Maka hal tersebut menjadikan Bengkulu sebagai daerah yang berpotensi besar dalam pengelolaan sumber daya lokal, terutama komoditas kopi yang merupakan komoditas unggulan.

Secara keseluruhan komoditas kopi robusta di Provinsi Bengkulu diusahakan di dataran tinggi, yang meliputi Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong. Total luas areal tanam kopi robusta di Provinsi Bengkulu menurut data BPS Provinsi Bengkulu pada tahun 2018 sebesar 82242 ha dan produksi sebesar 55045 ton/th. Sedangkan di daerah Kabupaten Kepahiang, luas areal tanam kopi robusta pada tahun 2018 sebesar 24678 ha dan produksi sebesar 19199 ton/th, dan Kabupaten Rejang Lebong dengan luas areal tanam pada tahun 2018 sebesar 23310 ha dan produksi sebesar 14939 ton/th.

Salah satu kabupaten penghasil kopi terbesar di provinsi Bengkulu adalah Kabupaten Kepahiang. Kepahiang terletak di dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan, dengan luas wilayah yaitu sekitar 66.500 hektar. Secara geografis, Kabupaten Kepahiang yang terletak di dataran tinggi yang mempunyai iklim yang sejuk dengan suhu udara rata-rata tidak lebih dari 25ºC dan curah hujan yang tinggi. Dengan adanya dukungan kondisi dan luas wilayah di Kabupaten Kepahiang terhadap sektor pertanian terutama untuk komoditas perkebunan. Kopi adalah salah satu komoditas unggulan daerah dari Kabupaten Kepahiang dan rata-rata perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang sebagian besar perkebunan rakyat.

Beberapa kecamatan yang merupakan penyumbang produksi terbesar kopi di Kabupaten Kepahiang antara Kecamatan Muara Kemumu, Bermani Ilir, Ujan Mas dan Tebat Karai  dengan jumlah produksi total pada tahun 2018 sebesar 6236,8 ton, 4099,2 ton, 2388,6 ton, dan 1679,6 ton. Dengan demikian menjadikan Kecamatan Muara Kemumu menempati peringkat pertama dalam produksi kopi di Kabupaten Kepahiang.

Banyak petani di Kepahiang membudidayakan kopi jenis robusta. Ada tiga jenis kopi yang di budidayakan di Kabupaten Kepahiang, antara lain robusta, arabika dan liberika. Dengan budidaya tradisional maksimal hasil kopi yang dipaenen berkisar 1- 1.3 ton per hektar, namun jika menggunakan sistem stek, hasil panen bisa mencapai 3 ton per hektar. Mayoritas keluarga di Kabupaten Kepahiang menggantungkan ekonominya dengan budidaya kopi, dan kopi telah menjadi nadi ekonomi warga Kepahiang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2024 Powered By MS GROUP